Obat Herbal Alami mengatasi Penyakit Ginjal terbuat dari ramuan kumis kucing, tempuyung, dan meniran

GANGGIN

Ganggin, obat herbal untuk mengatasi radang ginjal

Isi : 63 kapsul powder

Harga : Rp 80.000, 00

setiap kapsul mengandung :

  • orthosiphon aristatus
  • sonchus arvensis L
  • phyllantus nruri L

Khasiat : menumpas radang ginjal dan radang kandung kemih secara alami

Anda mengalami Radang Ginjal? Radang Kandung Kemih ? atasi segera dengan GANGGIN KAPSUL HERBAL 100% ASLI dan sudah terbukti akurat !

kumis kucing

Orthosiphon aristatus atau dikenal dengan nama kumis kucing termasuk tanaman dari famili Lamiaceae/ Labiatae. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai manfaat dan kegunaan yang cukup banyak dalam menanggulangi berbagai penyakit. Daun Kumis kucing basah maupun kering digunakan untuk menanggulangi berbagai penyakit. Daun yang kering (simplisia) dipakai sebagai obat untuk memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di Indiauntuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai obat penyembuhan batuk, encok, masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untuk pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis, reumatik dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain bersifat diuretik, kumis kucing juga digunakan sebagai antibakteri.

tempuyungTempuyung, nama ilmiah Sonchus arvensis L. mengandung senyawa lipida (diasil galaktosilgliserol; monoasilgalaktosil gliserol dan diasil digalaktosil gliserol); golongan flavonoid; flavon (Apigenin-7-glikosida; Luteolin-7-glikosida; Luteolin-7-glukuronida; Luteolin-7-rutinosida (sedikit); Aesculetin suatu golongan senyawa kumarin. 2,6). Pada jenis yang lain yaitu Sonchus macrocarpus ditemukan golongan sesqui-terpen lakton, dengan tipe eudesmanolida dan guaianolida yang terdapat pada akar, yakni Sonchucarpolide, 15-hidroksi-4b, 15-dihidroreinosin dan 15-hidroksi-4b,15,11b,13-tetrahidroreinosin.5) Disamping itu pada daun Tempuyung ditemukan: Lupeil asetat, b-amirin, lupeol, sitosterol dalam bentuk aglikon, glikosida, dan pinoresinol. Umumnya digunakan untuk merangsang keluarnya air seni (diuretikum), juga digunakan untuk melarutkan batu ginjal (litotriptik).

Sekitar 1000 jenis dari 30.000 jenis tumbuhan telah dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavanoid, streoid, terpenoid,saponin, dan lain-lain, yang terdapat dalam tumbuhan merupakan zat bioaktif yang berkaitan dengan kandungan kimia dalam tumbuhan, sehingga sebagian tumbuhan dapat digunakan sebagai bahan obat. Salah satu bahan obat-obatan tradisional adalah meniran (Phyllanthus niruri Linn.). Nama lain dari Phyllanthus niruri L. adalah Phyllanthus urinaria L., Phyllanthus alatas BI, Phyllanthus cantonensis Hornen, Phyllanthus echinatus Wall, Phyllanthus leptocarpus Wight. Nama daerah lainnya yaitu Jawa: meniran, meniran merah, meniran hijau. Sunda: memeniran. Maluku: gosau cau, hsieh hsia chu.

Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) banyak mengandung beberapa zat kimia yaitu:

1)    Flavonoid

Flavonoid pada meniran banyak ditemukan di bagian akar dan daun. Flavonoid pada meniran menempel pada sel imun dan memberikan sinyal intraseluler atau rangsangan untuk mengaktifkan kerja sel imun lebih baik. Selain itu, meniran berfungsi juga sebagai senyawa antioksidan yang mampu merangsang kekebalan tubuh.

2)   Lignan

Lignan berupa zat padat hablur tanpa warna yang menyerupai senyawa aromatik sederhana yang lain dalam sifat kimianya. Lignan tersebar luas pada tumbuhan, terdapat dalam kayu, daun, eksudat, damar, dan bagian tumbuhan lain. Lignan terkadang dijumpai sebagai glikosida. Lignan digunakan sebagai antioksidan dalam makanan. Selain itu lignan juga merupakan kandungan kimia yang aktif dalam tumbuhan obat tertentu. Lignan dapat diekstraksi dengan aseton atau etanol dan seringkali diendapkan sebagai garam kalium yang sukar larut).

3)   Tanin

Tanin tersebar dalam setiap tanaman yang berbatang. Tanin berada dalam jumlah tertentu, biasanya berada pada bagian spesifik tanaman seperti daun, buah, akar, batang. Tanin merupakan senyawa kompleks, biasanya merupakan campuran polifenol yang sukar untuk dipisahkan karena tidak dalam bentuk kristal. Di dalam tumbuhan letak tanin terpisah dari protein dan enzim sitoplasma, tetapi bila jaringan rusak maka reaksi penyamaan dapat terjadi. Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai oleh cairan pencernaan. Salah satu fungsi utama tanin yaitu sebagai penolak hewan pemakan tumbuhan karena rasanya yang sepat. Tanin dapat meringankan diare dengan menciutkan selaput lendir usus.

4)   Alkaloid

Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang terbesar. Alkaloid termasuk senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau atom nitrogen dan berbentuk kristal. Untuk alkaloid dalam daun atau buah segar adalah rasanya pahit di lidah serta mempunyai efek fisiologis kuat atau keras terhadap manusia. Sifat lain yaitu sukar larut dalam air dengan suatu asam akan membentuk garam alkaloid yang lebih mudah larut.

5)   Saponin

Saponin adalah senyawa aktif yang menimbulkan busa jika dikocok dengan air. Pada konsentrasi rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah. Saponin dapat bekerja sebagai antimikroba. Kelarutan saponin dalam air dan etanol tetapi tidak larut dalam eter.

meniranMeniran (Phyllanthus niruri Linn.) adalah salah satu tumbuhan obat Indonesia yang telah lama digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diuretik, ekspektoran dan pelancar haid. Selain itu herba meniran juga digunakan untuk pengobatan sembab (bengkak), infeksi dan batu saluran kencing, kencing nanah, menambah nafsu makan, diare, radang usus, konjungtivitas, hepatitis, sakit kuning, rabun senja, sariawan, digigit anjing gila, rabun senja, dan rematik gout. Herba meniran telah terbukti mempunyai berbagai efek farmakologis, antara lain sebagai hepatoprotektif, antidiabetes dan antioksidan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kandungan kimia herba meniran, senyawa phyllanthin mempunyai efek menurunkan kadar asam urat tikus yang dibuat hiperurisemia dengan potassium oxonate.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa meniran memiliki aktivitas imunomodulator. Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya, menguatkan sistem imun tubuh (imunostimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imunosuppressan). Dengan demikian, kekebalan atau daya tahan tubuh dapat selalu optimal sehingga tetap sehat ketika diserang virus, bakteri, dan mikroba lainnya. Sebagai imunomodulator, meniran tidak semata-mata berefek meningkatkan sistem imun, namun juga menekan sistem imun apabila aktivitasnya berlebihan. Jika aktivitas sistem imun berkurang, maka kandungan flavonoid dalam meniran akan mengirimkan sinyal intraseluler pada reseptor sel untuk meningkatkan aktivitasnya. Sebaliknya jika sistem imun kerjanya berlebihan, maka meniran berkhasiat dalam mengurangi kerja sistem imun tersebut. Sehingga meniran berfungsi sebagai penyeimbang sistem imun.

Semoga bermanfaat, salam sehat!

This entry was posted in Obat Herbal Ginjal, pengobatan ginjal and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *